|

BURT: Mengganti Kursi Impor Ruang Banggar Rp 20 M Tak Mudah

SalehHusin – BURT DPR memandang, mengganti perabot impor di ruang baru Banggar DPR bukan hal yang mudah. Karena harus berurusan dengan supply barang impor yang jelas tak mau rugi.

“Tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi mungkin kalau pihak pelaksana dan pemborongnya sepakat mungkin nggak ada masalah. Asal mereka sepakat,” kata anggota BURT DPR, Saleh Husin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/1).

Ia sendiri mendukung keputusan BK mengganti perabot impor di ruang rapat Banggar dengan produk dalam negeri. “Prinsipnya niatnya BK itu kan bagus tidak ada unsur kemewahan di situ. Kita sih setuju-setuju saja,” katanya.

Namun BURT akan mengawasi setiap prosesnya secara detil. Termasuk pembelian perangkat baru seperti kursi, karpet, dan lampu lokal.

“Artinya, itu harus diawasi dan waktunya tidak terlalu lama. Kalau ini sudah selesai permasalahannya baru bisa dipikirkan apakah ruangan itu bisa dipakai atau tidak,” tegasnya.

Sepertin diberitakan sebelumnya, perlengkapan ruang baru Banggar DPR akan diganti dengan barang produk lokal. Karena ruang Banggar DPR memang dilengkapi produk impor dari seluruh belahan dunia.

“Kemarin dalam pertemuan dengan sekjen telah disepakati bahwa renovasi ruang Banggar perlu dimodifikasi agar tidak mewah. Dengan mengganti komponen mewah impor dengan barang produk dalam negeri yang lebih bagus,” ujar Wakil Ketua BK DPR, Siswono Yudho Husodo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1) kemarin.

Siswono pun membeberkan rincian asal furnitur ruang Banggar DPR. Rincian itu diperoleh dari konsultan pembangunan ruang rapat Banggar DPR.

“Kursi dari Jerman, lampu dari Belanda, TV video wall dari Korea dan karpet dari Amerika. Semua akan diganti dengan barang bagus dari dalam negeri,” paparnya.[Detik]

Tags:

Leave a Reply

Free WordPress Theme