|

DPR: Reformasi Total Uji Kir Kendaraan Umum

SalehHusin – Komisi V DPR RI mendesak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan dinas terkait mereformasi total pelaksanaan Uji Kelayakan Kendaraan (Uji Kir) angkutan umum, menyusul masih terjadinya berbagai kecelakaan bus di Cianjur, Jawa Barat dan Simalungun Sumatera Utara, yang menewaskan puluhan penumpang.

“Pemerintah, dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat maupun dinas-dinas perhubungan, harus mereformasi total pelaksanaan Uji Kir kendaraan angkutan umum,” tegas Anggota Komisi V DPR RI Saleh Husin, di Jakarta, Jumat (1/3).

Selain mereformasi total Uji Kir, imbuh Sekretaris Fraksi Hanura tersebut, Polri juga harus memperketat seleksi pengujian SIM bagi calon sopir anggkutan umum.

“Kalau ini tidak dilakukan, maka kita akan terus akan melihat kendaraan angkutan umum yang tidak laik jalan dengan supir yang ugal-ugalan tetap bersiliweran di jalan raya,” tandasnya.

Sedangkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan, KNKT harus segera melakukan investigasi, guna mengetahui penyebab  musibah yang menyedihkan tersebut.

Sebelumnya, bus pariwisata Mustika Mega Utama yang mengakut peziarah hilang kendali dan menabrak tebing di tepi janan di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (27/2), yang menewaskan 17 penumpang dan melukai sejumlah penumpang lainnya.

Selain di Puncak, Cinajur, kecelakaan serupa terjadi di Simalungun, Sumut, menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, Kamis sore, (28/2). Bus angkutan umum Koperasi Diori itu, masuk jurang 20 meter di kawasan Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, sekitar pukul 17.30 WIB.

Bus itu membawa rombongan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) atau Barisan Pengibar Bendera Sekolah (BPBS) dari beberapa SMA Negeri di Pematang Siantar, dalam perjalanan dari Kota Pematang Siantar menuju Parapat, Simalungun.[Gatra.com]

Tags:

Leave a Reply

Premium WordPress Themes