|

DPR Sesalkan Kisruh Pemudik Lion Air

SalehHusin – Kisruh penumpang Lion Air di Bandara Sokarno-Hatta (Soeta) yang terjadi hari ini menarik perhatian DPR RI.

Anggota Komisi V DPR yang membidangi perhubungan dan transportasi, Saleh Husein, mendesak agar Lion Air tidak bertindak sepihak terkait kasus keterlambatan penumpang.

“Bisa jadi, kesalahannya justru di pihak Lion. Tidak mengantisipasi ledakan jumlah penumpang mudik Lebaran. Jadi, Lion Air janganlah mudah menyalahkan konsumen,” tandas Saleh kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (24/07/2014).

Ya, politisi Partai Hanura itu benar. Sejak di pintu masuk terminal keberangkatan, penumpang tampak mengular. Demikian pula di counter maskapai penerbangan yang tersedia, antreannya cukup panjang.

“Kalau masuk terminal saja, harus antre. Kemudian boarding atau check ini, antre lagi. Artinya ada waktu yang terbuang kan,” tuturnya.

Selanjutnya, Saleh mendesak agar pengelola Bandara Soekarno-Hatta mendirikan posko mudik Lebaran. Posko ini juga berfungsi sebagai mediator apabila terjadi perbedaan pandangan antara penumpang dan maskapai penerbangan.

“Kalau ada posko mudik, rasanya tidak akan terjadi kasus itu. Konsumen bisa mengadukan ke posko. Selanjutnya, posko berbicara dengan maskapai agar ditemukan solusi yang tidak merugikan konsumen,” tuturnya.

Sedangkan untuk penghangusan tiket, Saleh mendesak Lion Air untuk meninjau ulang. Apabila keterlambatan itu bukan disebabkan oleh kesalahan penumpang, maka tiket tidak boleh dihanguskan.

“Menyangkut kepentingan konsumen, DPR tentunya akan melindungi. Bisa saja kita panggil Lion Air guna menjelaskan masalah ini,” pungkasnya.

Kasus ini berawal dari gagalnya penumpang mudik ke kampung halaman. Iwan Purwantono, penumpang Lion Air JT 596, rute Jakarta-Surabaya pada pukul 05.00, Kamis (24/7/2014), merasa dirugikan maskapai penerbangan itu di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta).

Dalam catatannya, Iwan antre di counter sejak pukul 04.00. Karena panjangnya antrean, dia mendapatkan pelayanan sekitar pukul 04.40. Petugas Lion pun mencoret tiket dan menyatakan sudah terlambat.

Karena dinyatakan terlambat, dirinya diminta untuk mengurusnya di counter khusus. Ternyata, Iwan tidak sendirian. Puluhan penumpang Lion Air dari berbagai jurusan mengalami hal yang sama.”Ini akal-akalan Lion Air. Masak karena antre, konsumen divonis terlambat dan tiketnya hangus,” tandasnya.

Sayangnya, petugas counter yang bernama Inggar tidak memberikan layanan dengan baik. Penjelasannya terkesan arogan. “Kalau sudah terlambat tidak bisa pak, salah sendiri itu,” tegasnya.

Kenyataannya, keterlambatan penumpang dipicu panjangnya antrean. Karena tidak semua counter Lion Air yang aktif. Alhasil, penumpukan penumpang mengakibatkan antrean panjang yang memakan waktu.

Selanjutnya, Inggar menawarkan penerbangan pada 27 Juli 2014. Tentu saja, tawaran itu bukanlah solusi. Apalagi penumpang harus membayar 90% dari harga resmi. Yang pasti cukup mahal juga. Tentu saja, penumpang Lion Air kecewa dan miris dengan kebijakan ini. (Inilah.com)

Tags: ,

Leave a Reply

Premium WordPress Themes