|

Mampukah Absen Finger Print Rp 279 Juta Tertibkan Anggota DPR?

SalehHusin – DPR akan menerapkan sistem absen finger print seharga Rp 279 juta. Namun efektifitas sistem absen baru ini masih perlu diuji coba.

Tingkat kehadiran anggota DPR memang sangat rendah. Bahkan dalam pidato kenegaraan Presiden SBY yang digelar pagi tadi, banyak anggota DPR yang tidak hadir.

Memang penerapan sistem absen baru ini layak diapresiasi. Meskipun menyisakan keraguan apakah mampu membuat anggota DPR semakin rajin mengikuti rapat DPR.

“Ya paling nggak kita apresiasi atas niat baik dari BK, Kesekjenan dan BURT untuk membuat anggota dewan untuk menjadi rajin. Namun kita lihat nanti sampai sejauh mana implikasi positif dari penerapan absensi finger print tersebut,” kata anggota BURT DPR, Saleh Husin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Menurut Saleh, kunci efektifitas sistem absen baru adalah pada pengawasannya. Jangan sampai ada perbedaan perlakuan anggota DPR.

“Jangan sampai ada pengecualian dalam pelaksanaannya. Kalau sampai itu terjadi maka nggak ada bedanya dengan absensi saat ini,” katanya.

Menurut data yang dihimpun Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) dari dokumen lelang resmi Setjen DPR, pengadaan alat absen finger print DPR akhirnya menelan anggaran Rp 279.325.750.

“Pengadaannya lelang dimulai 1 Juni 2012 sampai 11 Juni 2012, dan penandatanganan kontrak, sudah dilakukan pada tanggal 5 Juli 2012 sampai 6 Juli 2012. Dimana, pemenang lelang ini adalah CV Galung Brothers, yang beralamat Jl Bungur Besar Raya No 43, Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan nilai penawaran sebesar Rp 279 juta dari HPS,” kata koordinator investigasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, kepada detikcom, Kamis (16/8/2012).[Detik]

Tags:

Leave a Reply

Free WordPress Theme