|

OSO rilis pengurus baru Hanura

SalehHusin – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan kepengurusan partai telah resmi dibentuk. OSO menyampaikan sejumlah pengurus inti yang akan membantunya menjalankan roda organisasi Partai Hanura.

Komposisi kepengurusan ini merupakan hasil diskusi dengan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto dan jajaran formatur partai. Untuk jajaran Wakil Ketua Umum, OSO menunjuk I Gede Pasek Suardika, Nurdin Tampubolon, Benny Pasaribu, Wisnu Dewanto, Saleh Husin.

Sementara, Sarifudin Sudding ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal. Jabatan Bendahara Umum, OSO menunjuk Zulnahar Usman.

“Saya baru tadi pagi mendapat instruksi dari Pak Wiranto sebagai ketua dewan pembina beliau telah memutuskan Sekjennya Sarifuddin Sudding. Dan saudara Pasek mendampingi saya sebagai waketum. Waketum itu senior-senior di Hanura itu juga ada seperti Pak Nurdin Tampubolon,” kata OSO di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1).

“Lantas kemudian siapa lagi saya lupa. Yang saya ingat Pak Suding, Pak Benny Pasaribu, Pak Wisnu, Saleh Husein siapa lagi, Daryanto. Nanti itu lebih baik nanti diumumkan sesuai dengan urutannya lah,” sambungnya.

OSO mengungkapkan, komposisi susunan kepengurusan Partai Hanura ini merupakan kombinasi antara kader muda, senior dan kader baru. Penempatan tugas dan jabatan dilakukan secara musyawarah dan mufakat.

“Kombinasi ini disepakati formatur yang lama, maupun formatur yang baru atau ketua formatur dan sekretaris formatur. Dan antara kita itu ya baik dari tingkat atas maupun tingkat bawah Hanura itu menyelesaikan dan menygunakan musyawarah dan mufakat. Enggak ada itu voting-votingan enggak ada,” jelas OSO.

Wakil Ketua MPR ini mewajibkan semua anggota fraksi Partai Hanura di DPR juga akan ditugaskan sebagai pengurus. Alasannya, karena anggota DPR adalah cerminan dari partai Hanura. Saat ini Hanura memiliki 16 kursi di DPR.

“Anggota DPR wajib jadi pengurus wajib. Itu saya wajibkan, kenapa? Karena itu jadi cermin. Anggota DPR RI itu jadi cermin dari partai kita apa yang dia bikin bisa dideclair oleh masyarakat sebagai wakil rakyat,” jelasnya.

Meski mendapat tugas sebagai pengurus, anggota DPR bukan murni sebagai perwakilan partai namun harus tetap fokus menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

“Karena begitu dia sudah menjadi anggota DPR dia bukan lagi murni seorang partai tapi dia wakil dari rakyat secara keseluruhan. Ini yang harus dilakukan semua anggota DPR RI. Kita bedanya cuma tempat saja, tempat dan jumlah,” tandas dia.

Dari unsur DPD, OSO memilih beberapa nama sebagai pengurus. Diantaranya, anggota DPD dari Jawa Timur, Ahmad Nawardi, perwakilan Provinsi NTT Adrianus Garu, serta senator asal Bali I Kadek Arimbawa.

“Enggak ditampung semua. Kalau beberapa nama saya juga dulu dari DPD ya kan. Pasek, Andri, Benny Ramdani, Deli delis. Lantas yang dari Jawa timur Ahmad Nawardi. Banyak lagi lah. Antung yang dari Bali Kadek. Saya enggak bisa sebutkan maklum lah sudah tua,” pungkasnya. (Merdeka.com)

Leave a Reply

Free WordPress Theme