|

Partai Hanura Tembus Tiga Besar

SalehHusin – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bertengger di urutan ketiga partai politik (parpol) yang paling diminati di kalangan pemilih pemula. Nomor teratas ditempati PDI Perjuangan, lalu disusul Partai Golkar.

itu terlihat dari hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN) kemarin. Dari 1.230 responden, sebanyak 12,8% responden memilih Partai Hanura. Urutan pertama yang ditempati PDIP mendapat dukungan 19,5%, kemudian Partai Golkar sebesar 19,3%. “Hanura jadi harapan baru para pemilih pemula setelah Partai Demokrat terbenam kasus korupsi,” kata peneliti utama LSN Gema Nusantara di Jakarta kemarin.

Hasil survei yang digelar pada 1–7 April itu memperlihatkan posisi Partai Demokrat di urutan keenam sebesar 4,6%. Serangkaian kasus korupsi yang banyak melibatkan kader partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dinilai sebagai penyebab utama sepinya peminat partai tersebut di kalangan pemula. Sementara partai-partai Islam belum mampu merebut hati para pemilih pemula karena dipersepsikan cenderung konservatif dan antiperubahan. Berbeda dengan Hanura, parpol besutan Wiranto ini dianggap paling sedikit terlibat kasus tindak pidana korupsi.

Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry mengatakan, tingkat keberhasilan parpol meraih simpati para pemilih pemula bergantung pada tingkat agresivitas dalam melakukan pendekatan dengan cara yang tepat. Dia melihat PDIP dan Golkar berhasil meraih dukungan pemilih pemula karena punya program yang secara khusus ditujukan kepada pemilih pemula. Bahkan, PDIP juga melakukan survei tentang afiliasi khusus menyasar pemilih pemula.

“Sehingga mengetahui apa keinginan pemilih pemula,” kata Umar. Menurut dia, Hanura bisa diterima di kalangan masyarakat pemilih pemula karena isu yang diangkat cukup ringan dengan metode pendekatan yang tepat. Dengan begitu, pemilih pemula yang terdiri atas kalangan remaja tidak merasa berat untuk mencerna isu yang disampaikan. Bergabungnya CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) menjadi salah satu faktor Hanura mulai diminati kalangan para pemilih pemula.

“Apalagi dengan model pendekatan pakaian yang disukai di kalangan anak muda,” ujarnya. Hanura juga dinilai sangat tertolong sebagai parpol paling bersih, sebab isu pemberantasan korupsi dianggap paling utama untuk Pemilu 2014 mendatang. Dalam konteks isu korupsi ini, Umar melihat Hanura mampu memainkan imej sebagai parpol paling bersih. Citra tersebut sangat menguntungkan Hanura karena parpol bersih menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pemilih pemula.

“Jadi isu korupsi ini menjadi pertimbangan utama bagi pemilih pemula ketimbang isu lain. Parpol bersih menjadi daya tarik pemilih pemula,” ucapnya. Selain Hanura, parpol lain yang dianggap agresif membidik masyarakat pemilih pemula adalah Partai Gerindra . Namun, isu yang dilontarkan parpol besutan Prabowo Subiyanto ini dinilai kurang tepat. Alasannya, isu yang diangkat Gerindra mengandung pesan ideologis dan sulit dicerna para pemilih pemula seperti anti-new liberalism.

“Gerindra juga agresif menyasar pemilih pemula, tapi selalu membawa isu yang mengandung ideologi. Padahal, pemilih pemula ini enggan memikirkan pesan yang terlalu berat,” tandasnya. Lebih lanjut Umar menjelaskan, pemilih pemula tidak termasuk dalam kategori pemilih rasional yang tidak ideologis. Dalam situasi seperti itu, pilihan para pemilih pemula itu sangat gampang berubah. Karena itu, dia menyarankan agar parpol memiliki konsep pendekatan yang tepat jika t i d a k ingin ditinggal para pemilih pemula. Model pendekatan yang efektif dianggap paling menentukan untuk menyasar pemilih pemula.

“Jadi kalau ingin dipilih, parpol itu harus punya pendekatan yang tepat,” paparnya. Ketua DPP Hanura Saleh H u s i n mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi hasil survei LSN yang telah menempatkan Hanura sebagai salah satu parpol paling diminati di kalangan pemilih pemula. Kendati begitu, Hanura tidak akan cepat berpuas diri. Sebaliknya, partainya akan menjadikan capaian itu sebagai pemacu bagi seluruh kader meningkatkan kinerja di berbagai lapisan untuk menghadapi pemilu.

“Tentu harus kami apresiasi survei itu di mana Hanura menjadi salah satu partai yang diminati,” katanya. Saleh mengakui bergabungnya HT ke Hanura ditambah gabungan partai lain cukup memengaruhi minat masyarakat terhadap Hanura. Di samping itu, ketegasan serta manajemen organisasi yang diterapkan Wiranto juga banyak berpengaruh terhadap naiknya citra partai. Ke depan, Hanura akan terus menerapkan strategi pendekatan sesuai dengan target atau sasaran.

“Tentu strategi itu menjadi urusan dapur rumah tangga. Yang jelas, berbagai strategi pasti diterapkan sesuai target,” imbuhnya. Peneliti utama LSN Dipa Pradipta mengatakan, selisih persentase PDIP dan Golkar yang sangat ketat mencerminkan keduanya melakukan sosialisasi yang efektif. Namun, sosialisasi PDIP dinilai lebih efektif karena calon legislator (caleg) dan simpatisan PDIP selalu memperkenalkan partai kepada para pemilih pemula. “Sosialisasi yang efektif kepada masyarakat secara umum mampu mendongkrak elektabilitas PDIP di kalangan pemilih pemula,” ujarnya.

Sementara Golkar memiliki program internal partai untuk bersosialisasi ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dan berupaya menjaring suara dari pemilih pemula. “Golkar secara eksklusif roadshow ke sekolahsekolah dalam sosialisasi untuk memperkenalkan partai dan bakal calon presidennya di seluruh Indonesia,” katanya.

Survei tersebut dilakukan di 33 provinsi dengan jumlah sampel 1.230 responden dengan populasi survei berusia 16–20 tahun atau pemilih pemula. Survei ini menggunakan pengambilan sampel purposive ran-dom sampling. Adapun margin of error dalam survei ini adalah 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.[Koran Sindo]

Tags:

Leave a Reply

Free WordPress Themes